
Surabaya Pojokkiri.com — Beragam keterampilan produktif disiapkan bagi warga binaan agar mereka memiliki bekal saat kembali ke tengah masyarakat. Program pembinaan kemandirian di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya itu ditinjau langsung oleh Kepala Rutan Tristiantoro Adi Wibowo pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Peninjauan berlangsung di Gedung Subseksi Bimbingan Kegiatan Rutan Surabaya dan turut mengajak awak media melihat kegiatan warga binaan. Dalam kesempatan tersebut, mereka menyaksikan aktivitas pelatihan yang diarahkan untuk membangun keterampilan praktis sekaligus menumbuhkan kemandirian.
Kepala Subseksi Bimbingan Kegiatan Rutan Surabaya, Imam Haidar Pratama, menjelaskan bahwa pembinaan kemandirian saat ini mencakup tiga bidang, yakni kuliner, keterampilan jasa, dan hortikultura.
Warga binaan yang telah berstatus narapidana mengikuti pelatihan sesuai bidang yang tersedia. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk mencari peluang usaha atau pekerjaan setelah mereka menyelesaikan masa pidana.
Pembinaan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung perubahan perilaku dan mempersiapkan warga binaan beradaptasi kembali dengan kehidupan sosial. Dengan bekal keterampilan yang sesuai, mereka diharapkan dapat menjalani kehidupan secara lebih mandiri dan tidak kembali melakukan pelanggaran hukum.
Rutan Kelas I Surabaya mengarahkan program pembinaan secara terukur agar warga binaan memiliki kemampuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pelatihan keterampilan menjadi salah satu bentuk pelayanan pemasyarakatan yang mendukung proses reintegrasi sosial.
Keterbukaan Rutan Surabaya kepada publik melalui pelibatan media juga memberi ruang bagi masyarakat untuk melihat proses pembinaan yang berlangsung. Pendekatan ini menegaskan bahwa pemasyarakatan tidak hanya berkaitan dengan menjalani masa pidana, tetapi juga mencakup upaya membangun kesiapan untuk kembali berperan di tengah masyarakat (sul)

