
Surabaya Pojokkiri.com – Empat orang masih diinterogasi Anggota Unit Reskrim Polsek Benowo Polrestabes Surabaya atas dugaan penyekapan 12 orang wanita yang dijanjikan bekerja sebagai pemandu lagu di sebuah rumah Jalan Sememi Jaya I, Benowo, Surabaya, pada Jumat (15/11/2024).
Kapolsek Benowo Polrestabes Surabaya Kompol Didik Sulistyo mengatakan, mereka yang diperiksa itu, diantaranya tiga orang wanita korban mengaku disekap, dan seorang pria penjaga rumah penampungan di lokasi tersebut.
Sedangkan sembilan orang wanita lainnya yang berhasil ditemukan di tempat penampungan itu, telah dibawa oleh Anggota Satpol PP Kota Surabaya untuk diserahkan ke Liponsos Kota Surabaya.
Pemeriksaan terhadap beberapa orang itu, bertujuan memastikan kebenaran dugaan adanya praktik bisnis transaksi prostitusi berkedok agensi penyaluran tenaga kerja.
Pasalnya, beberapa temuan hasil pemeriksaan pada beberapa orang wanita, mereka sejak awal dijanjikan oleh beberapa pihak agensi bodong tersebut untuk bekerja sebagai ladies companions (LC).
Namun, ternyata mereka tidak kunjung dipekerjakan sebagai LC. Malahan, mereka diminta tinggal di rumah penampungan tersebut, selama kurun waktu yang tak dapat ditentukan.
“Kayaknya (mereka ditampung gitu). 3 jam, digaji Rp700 ribu, dijanjikan kerja LC seperti itu,” ujarnya saat dihubungi wartawan, pada Sabtu (16/11/2024).
Para wanita itu didatangkan dari beberapa wilayah Pulau Jawa. Setahu Didik, kebanyakan mereka dari beberapa kabupaten di Jatim. Namun, ada juga yang berasal dari Kabupaten Magelang, Jateng.
Mereka berada di dalam rumah penampungan tersebut, terhitung baru hitungan hari. Paling sebentar ada yang tinggal sejak tiga hari lalu. Paling lama, ada yang sudah tinggal di sana, selama sepekan.
“Ada tadi dari Magelang. Ada yang 6 hari. Ada yang 3 hari. Ada yang 1 minggu. Variatif, paling cepat ya 3 hari,” jelasnya.
Lalu siapa sosok agensi yang merekrut dan menjanjikan mereka pekerjaan sebagai LC. Didik mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam terkait hal tersebut.
Pasalnya, pihaknya belum dapat menemukan si pemilik asli dari bangunan rumah penampungan tersebut.
Namun, ia berhasil mengamankan satu orang pria berusia kisaran 35 tahun yang mengaku kepada penyidik bertugas sebagai penjaga rumah penampungan tersebut.
Sosok tersebut kini masih menjalani pemeriksaan dan interogasi. Setelah rampung nanti, hasilnya, akan Didik lansir secepatnya.
“Ya, ini saya belum tahu pemiliknya. Tapi yang menjaga, ada. Makanya nanti, kalau kita tidak bisa membuktikan, ya kita tipiring kan si penjaganya itu,” katanya.
Mengenai dugaan adanya praktik prostitusi melibatkan belasan wanita tersebut. Didik mengungkapan, pihaknya sementara ini belum menemukan adanya bukti fakta adanya praktik transaksi bisnis prostitusi melibatkan mereka.
Namun, pihaknya masih akan melakukan pengembangan penyelidikan atas temuan insiden tersebut.
“Betul, dia itu ditipu, katanya dijadikan kerja menjadi LC. Ternyata, sudah di sana; kok gak jadi LC, nah begitu. Tapi, dia belum ada transaksi seks lho. Karena dia mens, pengakuan tadi sekilas. Jadi dia belum melakukan melayani tamu, belum pernah,” ungkapnya.
Manakala dugaan adanya praktik bisnis prostitusi tersebut, terbukti. Maka, ungkap Didik, kasus tersebut akan dilimpahkan ke Unit Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya.
“Nanti, kami akan koordinasikan dengan Polrestabes Surabaya. Atau kami tipiring kan atau bagaimana. Nanti kita lihat hasilnya penyelidikan dan interogasi hari ini,” pungkasnya.
Temuan adanya insiden penyekapan tersebut berawal dari laporan yang masuk dalam layanan kedaruratan command center 112.
Petugas gabungan dari Satpol PP, Pegawai Kecamatan Benowo, BPBD Surabaya dan Anggota Polsek Benowo melakukan pencarian atas laporan tersebut.
Informasi alamat yang kurang spesifik menunjukkan lokasi asli kejadian tersebut, sempat membuat petugas gabungan kebingungan.
Namun, setelah dilakukan penyisiran di beberapa bangunan sekitar lokasi yang dilaporkan.
Akhirnya petugas berhasil menemukan tempat yang dijadikan rumah penampungan para wanita tersebut.
“Kita temukan pelapor dan dia minta dirahasiakan, jangan sampai ketahuan yang melapor. Sehingga dengan dukungan Polsek Benowo dan Koramil Benowo kita temukan semua yang tinggal ada 12 orang, seluruhnya kita kumpulkan dan tanyakan identitas mereka,” ujar Camat Benowo Kota Surabaya, Denny Christupel Tupamahu saat ditemui awak media.

