

Lamongan, Pojok Kiri.com- Menjelang bulan suci Ramadan 2025/1446 Hijriah, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Lamongan menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Tradisional Sidoharjo Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Langkah ini dilakukan guna memastikan stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) di wilayah Kabupaten Lamongan.
Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Rizky Akbar Kurniadi, S.Tr.K, S.I.K, M.Si, melalui Kanit IV Tipideksus Satreskrim Polres Lamongan, Iptu Arif Setiawan, S.H, M.H mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan upaya proaktif kepolisian dalam mengantisipasi lonjakan harga dan kelangkaan bahan pokok yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.
“Dalam kegiatan ini, petugas memeriksa berbagai bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, bawang merah dan putih, cabai, telur, serta daging sapi dan ayam. Selain itu, mereka juga berdialog dengan pedagang untuk menggali informasi terkait harga dan pasokan barang di wilayah Kabupaten Lamongan,” ujar Iptu Arif Setiawan, S.H, M.H di Pasar Sidoharjo Lamongan, Senin (24/2/2025).
Hasil sidak menunjukkan bahwa pasokan bahan pokok masih mencukupi, dengan harga yang relatif stabil.
Namun, Satgas Pangan Polres Lamongan tetap akan terus melakukan pemantauan agar tidak terjadi lonjakan harga yang merugikan masyarakat.
“Hasil pengecekan di pasar tradisional maupun toko modern menunjukkan bahwa pasokan bahan pokok dalam kondisi aman,” jelasnya.
Selain melakukan sidak, Satgas Pangan Polres Lamongan juga berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan untuk memastikan kelancaran distribusi bahan pokok dari tingkat distributor hingga pedagang.
Jika ditemukan indikasi penimbunan atau spekulasi harga, kepolisian tak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas.
“Kami akan menindak tegas jika ada oknum yang mencoba menimbun bahan pokok atau memainkan harga. Langkah ini penting agar masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Ramadan,” tegas Iptu Arif Setiawan.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak panik membeli bahan pokok dalam jumlah berlebihan, karena stok masih aman dan terpantau cukup hingga bulan Ramadan.
“Kami berharap masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan bahan pokok maupun lonjakan harga. Kami juga mengimbau agar tetap berbelanja sesuai kebutuhan,” pungkasnya.(lut)

