Pojokkiri.com

Motor Dan HP Raib di Gendam

 

Pasar Sidoharjo tkp korban diturunkan pelaku gendam.(Pojok Kiri/Zainul Lutfi)

Lamongan, Pojok Kiri.com-Seorang bocah SMP berinisial ANP (15) diduga jadi korban hipnotis di Jalan Sukarno-Hatta, Kelurahan Sukomulyo, Kecamatan/Kabupaten Lamongan. Korban diajak keliling dan ‘dibuang’ hingga motor dibawa kabur pelaku.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (7/3/2025), pukul 17.00 WIB, di Jalan Sukarno-Hata Kelurahan Sukomulyo, Kec/Kabupaten Lamongan. Menurut keterangan orang tua korban, sekitar pukul 17.00 WIB korban pergi bermain untuk Ngabuburit.

Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M.Hamzaid mengatakan pihaknya telah turun mengecek ke lokasi terkait kejadian ini.

“Viral di medsos tentang seorang anak dihipnotis diambil satu unit sepeda motornya Honda Scoopy dan handphone yang tertera di medsos,” kata Hamzaid dalam keterangannya, Senin (10/3/2025).

Dari hasil pengecekan polisi, diketahui awal mula korban bertemu dengan pelaku. Korban mengaku tiba-tiba disetop oleh pelaku yang tidak diketahui identitasnya.

“Di dekat perumahan (korban) disetop oleh orang tidak dikenal,” kata Hamzaid.

Korban diajak berkeliling dan diturunkan oleh pelaku di depan Pasar Sidoharjo. Pelaku berpura-pura meminjam motor korban dan menurunkan korban dengan alasan akan menjemput korban kembali nantinya.

“Sampai korban ditanya oleh saksi bernama Saudara Lubis yang melihat korban kebingungan, ternyata korban kena tipu sehingga motor dan handphone dibawa kabur oleh yang tidak dikenalnya,” tuturnya.

Saksi yang mengenali korban pun menelepon orang tua korban. Kemudian, orang tua korban melaporkan peristiwa itu ke Polres Lamongan guna pengusutan lebih lanjut. Akibat kejadian ini korban menderita kerugian materi kurang lebih Rp 28 juta.

Dia pun mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati. Semakin mendekati Lebaran diduga banyak pelaku kejahatan melakukan aksinya.

Warga, lanjut Hamzaid, diminta lebih waspada terhadap orang asing hingga tidak memamerkan barang berharga di tempat umum.

“Warga masyarakat harus lebih hati-hati dan saat di tempat umum sebisa mungkin ponsel jangan sering digunakan. Jangan percaya dengan kenalan baru terlebih diberikan sesuatu berupa makanan dan lain-lain,” pungkas Hamzaid.(lut)