Pojokkiri.com

Mentan Andi Amran Gelar Pangan Murah di Surabaya, Pastikan Stok Beras dan Harga Stabil

Menteri Pertanian Andi Amran bersama Gubernur Khofifah dan Wali Kota Eri Cahyadi meninjau Gerakan Pangan Murah di Taman Mundu Surabaya

Surabaya PojokkiriPemerintah kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan pokok masyarakat. Kementerian Pertanian menyalurkan sekitar 2,4 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Taman Mundu Surabaya, pada Selasa (23/9/2025).

Acara ini mendapat perhatian besar dengan kehadiran Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, serta Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani.

Selain beras, masyarakat juga dapat membeli berbagai bahan pokok lain seperti gula, minyak goreng, dan telur dengan harga terjangkau.
Operasi Pasar 24 Jam untuk Jaga Stabilisasi Harga

Mentan Andi Amran menegaskan bahwa GPM bukan sekadar acara seremonial, melainkan langkah nyata pemerintah untuk memastikan kebutuhan pokok tersedia dengan harga stabil.

“Hari ini kita lakukan operasi pasar secara besar-besaran di Jawa Timur, dan program ini akan terus berlanjut. Bahkan, saya sudah instruksikan agar Bulog buka layanan 24 jam sehingga rakyat tidak kesulitan mendapatkan beras dan kebutuhan pokok lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto. Presiden menekankan pentingnya memastikan kondisi pangan di dalam negeri sebelum melakukan agenda luar negeri.

Stok Beras Nasional Tertinggi Sepanjang Sejarah
Amran juga menyampaikan kabar baik bahwa stok beras nasional saat ini mencapai 1,3 juta ton, dengan tambahan 1 juta ton lagi yang siap digelontorkan melalui operasi pasar hingga akhir tahun.

“Ini menjadi tonggak sejarah. Hingga memasuki sebelas bulan pemerintahan Presiden Prabowo, Indonesia belum melakukan impor beras. Bahkan stok beras kita tercatat sebagai yang tertinggi sejak Indonesia merdeka,” ungkapnya.
Mentan menekankan agar penyaluran beras Bulog tidak dipersulit di tingkat daerah. Ia mengimbau para kepala daerah agar memberikan akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menikmati hasil kerja pemerintah.

Lebih jauh, Amran menjelaskan bahwa produksi pangan nasional terus menunjukkan peningkatan. Berdasarkan data FAO (Organisasi Pangan Dunia), Indonesia menempati posisi kedua tertinggi dalam peningkatan produksi beras di dunia.

“Di saat banyak negara menghadapi krisis pangan global, Indonesia justru mampu menjaga surplus. Ini mendapat apresiasi dari dunia internasional,” jelasnya.

Ia pun optimistis bahwa target Presiden untuk mencapai swasembada pangan dalam empat tahun ke depan bisa terealisasi lebih cepat. “Dengan kerja sama semua pihak, semoga dalam waktu singkat Indonesia benar-benar bisa swasembada,” pungkasnya (sul).

Berita Terkait

Polres Tanjung Perak Hidupkan Pam Swakarsa Tekan Tawuran, Gangster, dan Curanmor

Asyik Preteli Motor Curian, Pelajar SMP Manukan Wetan Diringkus Polisi

Motor Mahasiswi Digondol di Garasi, Ini Malingnya Sudah Dibekuk Polsek Wonocolo