
Pamekasan, pojokkiri.com
Resmi dibuka Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 tahun 2026, di Dusun Peninggian, Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Selasa (13/10/2026) pagi.
Dalam pembukaan TMMD ke-130 ini dihadiri
Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman, S.H., M.Si., Kasiter Korem 084/BJ Kolonel Inf Andi Tirtawansyah, S.Ip., Dandim 0826/Pamekasan Letkol Kav Agus Wibowo Hendratmoko, S.H., M.Han., Kapolres Pamekasan, Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan, Ketua DPRD Pamekasan, Sekretaris Daerah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) se-Kabupaten Pamekasan, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pademawu, serta tampak hadir pula Kepala Desa (Kades) Jarin Moh. Zuhri beserta perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda.
Kodim 0826/Pamekasan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pamekasan dengan mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa” tersebut bertujuan mendukung pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.

Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman mengatakan dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan TMMD, baik melalui pemikiran maupun dukungan anggaran sebesar Rp2 miliar.
“Dukungan kami dari sisi pemikiran sudah bersama-sama berjalan. Alhamdulillah seperti tahun sebelumnya kita sediakan anggaran 2 miliar dari Pemerintah Kabupaten Pamekasan,” ungkap Bupati.
Ia mengatakan, pelaksanaan TMMD sebelumnya di wilayah Kecamatan Tlanakan telah memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, keterlibatan warga secara sukarela turut mendukung pelaksanaan pembangunan.
“Sangat terasa sekali, terbukti dengan pembangunan di wilayah Tlanakan tahun lalu masyarakat sangat terbantu. Karena mereka bekerja tanpa bayaran. Sehingga anggaran yang hanya sekian akan menghasilkan jauh lebih besar daripada anggarannya. Enggak ada yang bayaran, enggak ada. Membuktikan darma bakti kita kepada bangsa dan negara,” tegasnya.
Bupati juga berharap kegiatan TMMD dapat mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Ia berencana mengadakan kegiatan kebersamaan pada malam terakhir pelaksanaan program.
“Nanti di malam terakhir saya ingin ada semacam sayonara gitu ya. Saya ingin semuanya berkumpul dan kalau saya pas kosong, saya pasti hadir. Saya ingin lebih dekat dengan masyarakat,” tambahnya.

Sementara Dandim 0826/Pamekasan Letkol Kav Agus Wibowo Hendratmoko menjelaskan, Desa Jarin dipilih sebagai lokasi TMMD karena belum pernah mendapatkan program serupa dan masih membutuhkan pembangunan infrastruktur.
“TMMD merupakan salah satu upaya untuk membantu percepatan pembangunan. Dan terlebih lagi karena Desa Jarin ini memang belum pernah tersentuh program TMMD, sehingga memang butuh sentuhan TMMD. Jadi TMMD ini bukan cuma milik TNI, TMMD ini milik seluruh lapisan masyarakat,” jelas Dandim.
Dengan melalui program ini, TNI turut berperan dalam mendukung pembangunan sekaligus memperkuat kemanunggalan dengan rakyat.
“Dengan pembangunan di Desa Jarin diharapkan berjalan lebih cepat serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Selain pembangunan fisik, kegiatan nonfisik dalam TMMD juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap semangat kebangsaan, cinta tanah air, serta pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan.
Disamping itu Dandim juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan pembangunan. Menurutnya, partisipasi warga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran program.
“Nanti personel Satgas juga akan tinggal di rumah warga selama sebulan, sehingga TNI lebih dekat dengan masyarakat. Masyarakat tidak perlu takut kepada TNI,”
Ia memaparkan, sasaran fisik TMMD ke-130 meliputi pembangunan jalan baru dan Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 450 meter, pengaspalan jalan di tiga titik dengan total panjang 1.500 meter, pembangunan saluran air di tiga titik sepanjang total 400 meter, satu unit mandi, cuci, kakus (MCK), serta satu unit box culvert.
Selain itu, terdapat sasaran tambahan berupa pembangunan dua titik sumur bor dan rehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu) sebanyak 10 unit.
Dua titik sumur bor direncanakan berada di Dusun Kotalon untuk memenuhi kebutuhan 35 kepala keluarga (KK) atau 145 jiwa, serta Dusun Koberu yang mencakup 25 KK atau 115 jiwa.
Untuk sasaran nonfisik, program ini mencakup 10 kegiatan penyuluhan dan penanaman 500 pohon trembesi.

TMMD ke-130 di Dusun Peninggian, Desa Jarin, dijadwalkan berlangsung mulai 13 Oktober hingga 11 November 2026 dengan melibatkan 150 personel gabungan. Tambahnya. (Dyo)

