Pojokkiri.com

Setengah Abad Menunggu, TPT di Jarin Mulai Menjawab Harapan Warga ‎

Pamekasan, pojokkiri.com
Tanah yang selama ini menjadi bagian dari keseharian warga Dusun Paninggin, Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, perlahan berubah. Sejumlah prajurit TNI bersama warga bergotong royong mengerjakan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang kelak menopang akses menuju kawasan pertanian, tempat ibadah, dan sekolah.
‎

Pekerjaan TPT sepanjang 430 meter dengan lebar 3 meter itu dimulai sejak Selasa (29/09/2026), bertepatan dengan tahap awal Pra TMMD ke-130 Pamekasan. Hingga kini, Rabu (7/10/2026) pengerjaannya telah menembus lebih dari 200 meter.

‎
Di tengah pekerjaan yang masih berlangsung, warga mulai melihat bentuk dari sesuatu yang selama ini mereka tunggu. Bukan sekadar bangunan penahan tanah, TPT itu diharapkan menjadi bagian dari jalan yang lebih mudah dilalui, terutama oleh petani, anak-anak sekolah, dan warga yang hendak beribadah.
‎

Kepala Desa Jarin, H. Muhammad Zuhri, yang akrab disapa Haji Muzakki, mengatakan keberadaan TPT akan memberi manfaat langsung bagi aktivitas warga.

‎
“Dengan adanya TPT ini, akses pertanian akan lebih lancar. Begitu juga akses warga untuk beribadah dan anak-anak menuju MI Nurul Hasan, Desa Jarin,” kata Haji Muzakki.

‎
Bagi warga Jarin, pembangunan tersebut memiliki arti lebih panjang dari ukuran 430 meter yang tercatat dalam rencana pekerjaan. Ada penantian yang ikut terbawa dalam setiap meter tembok yang dikerjakan.
‎

Haji Muzakki menyebut kedatangan TNI melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan sesuatu yang telah lama dinantikan masyarakat setengah abad lebih.
‎

“Masuknya tentara masuk desa seperti TMMD di Desa Jarin sangat dinantikan warga yang menunggu lebih dari setengah abad sejak Indonesia merdeka 81 tahun saat ini,” ujarnya.
‎

Pekerjaan itu dikerjakan dengan semangat gotong royong. Prajurit dan warga berada dalam ruang yang sama, mengerjakan bagian demi bagian, sementara di sekitar mereka kehidupan desa terus berjalan, petani dengan aktivitasnya, anak-anak menuju sekolah, dan warga menjalankan rutinitas sehari-hari.

‎
Seminggu lagi, Selasa, 13 Oktober 2026, TMMD ke-130 Pamekasan dijadwalkan dibuka. Bagi warga Jarin, pembukaan itu bukan hanya penanda dimulainya sebuah program. TPT menjadi babak baru dari penantian panjang masyarakat terhadap hadirnya pembangunan yang menyentuh kebutuhan mereka sehari-hari.
‎

Sebab, di desa, pembangunan sering kali tidak diukur hanya dari panjang jalan atau banyaknya bangunan yang berdiri. Akses jalan terasa ketika seorang petani lebih mudah membawa hasil panen, ketika anak sekolah dapat melintas dengan lebih aman, atau ketika warga bisa menuju tempat ibadah tanpa harus berjuang melewati akses yang sulit.

Dan di Dusun Paninggin, kini harapan besar sedang dibangun, meter demi meter cita cita hampir tercapai dengan terwujudnya pembangunan jalan yang diinginkan oleh masyarakat sekitar. (*)