
Gresik, pojokkiri.com
Dalam semarak penerapan Kurikulum Merdeka, Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Balongpanggang telah menggelar karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang mengusung tema Kewirausahaan, dengan kegiatan Pasar Takjil yang di gelar di Pendopo Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Rabu (19/3/2025) sore.
Pendopo Kecamatan dan halaman mendadak berubah ramai, di mana siswa kelas 10 dan kelas 12 dengan bangga mempersembahkan hasil karya mereka.
Dalam acara ini, setiap kelas mengangkat tema kuliner seperti lumpia, nasi bakar isi ayam, martabak, risol mayo, tahu bakso, tahu mercon, dimsum cihuyy dan banyak lainnya.

Setiap kelas menyajikan makanan khas takjil, sehingga pengunjung dapat menikmati berbagai jenis makanan. Tak heran hal itu menyedot pengunjung. Kata salah satu fasilitator projek P5 tema kewirausahaan Arin Kusdiana.
Selain itu, lanjut Arin Kusdiana menjelaskan dalam pelaksanaan tersebut tampak mereka bekerja sama untuk menghidangkan makanan, menghias stand, dan melayani pengunjung. Bahkan tak heran tampak senyum kebahagian menghiasi suasana di pendopo kecamatan.
Sebelumnya, lanjut Arin Kusdiana siswa-siswi diharuskan mempromosikan makanan yang akan dijual dalam Pasar Takjil. Tambahnya.

Sementara Kasriyanto salah satu pegawai Kecamatan Balongpanggang menuturkan, kegiatan ini adalah awal untuk menuntun kehidupan, karena di masa pelajar kita di tuntun untuk belajar dalam kesempatan berwirausaha.
Ingat, jadikan ini sebagai pekerjaan sampingan atau tambahan, agar nantinya kami mengerti arti kehidupan sesungguhnya.
Dengan suksesnya acara ini, diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa untuk terus mengembangkan kemampuan dan kreativitas mereka dalam bidang kewirausahaan dan entrepreneurship. Serta menjadi pengusaha yang sukses dan Bejo. Ujarnya.

Sementara Ummu Hayatin Humas SMAN 1 Balongpanggang menuturkan, kegiatan ini bertujuan supaya anak anak menjadi paham dunia wira usaha seperti apa. Di samping itu mereka bisa mempunyai pengalaman ketika sudah lulus atau setelah sekolah, minimal mereka mempunyai penghasilan sendiri.
Untuk itu mereka harus action, untuk mempraktekkan bagaimana berusaha untuk membentuk jiwa Entrepreneur.
” Syukur – syukur nantinya menjadi pengusaha muda,” Jelasnya.

Lanjut Ummu Hayatin dalam pelaksanaan tersebut total keseluruhan ada 34 kelompok usaha, untuk kelas 12 ada 24 kelompok usaha dan 10 kelompok usaha dari Double track kelas 10. Tambahnya. (Dyo)

