Pojokkiri.com

Pemerintah Kota Kediri Perkuat Pertahanan Siber Lewat Bimtek Agen Siber 2025

Kediri, Pojokkiri.com.-

Sebagai langkah antisipasi terhadap maraknya ancaman siber di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Agen Siber, Kamis (4/12). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Diskominfo tersebut mengusung tema “Incident Response Readiness 2025: Meningkatkan Kesiapan Agen Siber OPD Kota Kediri”. Hadir sebagai peserta sebanyak 100 agen siber dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan SMP Negeri di Kota Kediri.

Dalam arahannya, Kepala Dinas Kominfo Kota Kediri, Rony Yusianto, menyampaikan bahwa seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi informasi, risiko serangan digital juga semakin kompleks. Ancaman siber tidak lagi terbatas pada sektor swasta atau instansi nasional, namun kini turut menyasar pemerintah daerah, layanan publik, hingga aplikasi internal antar-OPD.

“Peran agen siber sangat krusial. Mereka merupakan perpanjangan tangan OPD dalam memantau keamanan informasi serta memastikan setiap insiden siber dapat dilaporkan dan ditangani secara cepat,” ujar Rony.

Ia menegaskan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam membangun ketahanan digital pemerintah daerah. Menurutnya, sistem pertahanan canggih tetap membutuhkan operator yang memiliki ketajaman deteksi dini serta kemampuan merespons secara tepat ketika serangan terjadi.

“Kita tidak hanya membutuhkan sistem yang kuat, tetapi juga agen siber yang memiliki kesiapsiagaan, kemampuan deteksi dini, serta respon yang cepat ketika insiden terjadi,” tegasnya.

Rony juga menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir Diskominfo terus memperkuat infrastruktur keamanan digital, meningkatkan monitoring, serta mengoptimalkan layanan Kedirikota-CSIRT sebagai pusat koordinasi penanganan insiden siber. Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Pemkot Kediri dalam menjaga keamanan data, stabilitas jaringan, dan keberlanjutan layanan publik berbasis digital.

Pemilihan tema Incident Response Readiness dinilai selaras dengan kebutuhan perkembangan cyber security saat ini. Agen siber diminta untuk terus meningkatkan kapasitas, memperkuat kemampuan analisis, memahami alur koordinasi CSIRT, standar respon insiden, hingga menjaga layanan publik tetap berjalan meski terjadi gangguan siber.

“Keberadaan agen siber di setiap OPD merupakan ujung tombak dalam menjaga integritas data, melindungi sistem pemerintah, dan memastikan layanan kepada masyarakat tetap aman dan terpercaya,” tambah Rony.

Menutup arahannya, Rony berharap agar seluruh peserta benar-benar memanfaatkan kegiatan ini sebagai ruang pembelajaran dan peningkatan kapasitas teknis. Ia menekankan bahwa bimtek bukan hanya forum formal, namun bagian dari strategi besar Pemkot Kediri membangun tata kelola keamanan informasi yang kokoh dan berkelanjutan.

“Selesai kegiatan, semoga seluruh peserta mampu menerapkan praktik terbaik keamanan siber serta terus memperkuat koordinasi dengan CSIRT Kota Kediri,” pungkasnya.(adv/wan)