Pojokkiri.com

Pohon Asem Tumbang, Lalu Lintas Jalan Raya Kembangbahu Tersendat

Petugas Polsek Kembangbahu mengatur arus lalulintas di jalan Raya Kembangbahu-Lamongan, persisnya di Desa Lopang, TKP pohon asem tumbang. (Foto Zainul Lutfi)

Lamongan, Pojok Kiri.com- Pohon asem berukuran besar di jalan Raya Kembangbahu-Lamongan, persisnya di Desa Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, ambruk lantaran diterpa angin kencang saat hujan mengguyur pada Kamis (1/12) petang.

Iptu Irwan Nasution, Kapolsek Kembangbahu mengatakan pohon asem tersebut tumbang karena hujan dan angin yang berembus kencang.

Bahkan, angin kencang itu mampu membuat seng rumah warga sekitar beterbangan.

“Angin muter kenceng banget, enggak kayak biasanya, seng pada berterbangan,” ungkap Irwan Nasution, Kamis (1/12).

Lantas, akibat angin kencang itulah, pohon asem berukuran besar itu ambruk hingga menutup badan jalan Raya Kembangbahu mengarah ke Desa Lopang.

“Itu pohon langsung jatuh, ambruk. Tiang listrik di sekitar pohon asem tumbang katanya ada yang kena, cuma sedikit, habis itu, saluran listrik disekitar TKP dipadamkan PLN, ” tuturnya.

Kata Irwan, pohon asem tersebut sudah berusia puluhan tahun.”Ini pohon udah puluhan tahun, pohon asem, istilah kata usianya udah 50 tahunan ada,” ungkapnya.

Oleh karena pohon asem itu tumbang dan menutup badan Jalan Raya Kembangbahu, maka pengendara dari arah Kembangbahu dan sebaliknya tak bisa melewati jalan tersebut.

Sementara untuk ukuran pohon, lanjut Irwan sekitar 70 centimeter. Kalau ukuran tingginya, sekitar 20 meteran, terus cabangnya banyak,” terang Irwan.

Kemudian Polsek Kembangbahu) bersama Muspika dibantu Petugas BPBD mengerahkan sekira 12 personel guna mengevakuasi pohon tumbang.

“Kita kerahkan sekitar 12 personel Polsek, Muspika dan BPBD mengefakuasi pohon tumbang tersebut, “ucap Iptu Irwan Nasution.

Tak lupa, petugas juga membawa lampu guna membantu pencahayaan yang memang redup karena waktu evakuasi tepat ketika langit menjelang malam.

“Anggota kami bersama jajaran koramil dan masyarakat langsung merapihkan dahan serta mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat,” pungkasnya. (lut)