
Lamongan, Pojok Kiri.com-Program bantuan becak listrik dari Presiden RI Prabowo Subianto yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) mulai menemui kendala teknis di lapangan. Sejumlah penerima bantuan di Kabupaten Lamongan mengeluhkan performa baterai yang dinilai cepat habis serta durasi pengisian daya (charging) yang memakan waktu lama.
Selain masalah teknis, para penarik becak juga mulai mengkhawatirkan pembengkakan biaya listrik rumah tangga jika pengisian daya dilakukan secara mandiri di rumah masing-masing.
“Baterainya cepat sekali habis, padahal pengisiannya butuh waktu lama. Kami juga khawatir tagihan listrik di rumah jadi melonjak,” keluh salah satu penerima bantuan yang enggan disebutkan namanya.
Sebagai solusi sementara, para penerima bantuan disarankan untuk berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lamongan atau pihak Yayasan GSN guna mencari informasi terkait lokasi charging station atau fasilitas pengisian daya umum yang mungkin tersedia di wilayah terdekat.
Namun, upaya konfirmasi terkait fasilitas pendukung ini masih menemui jalan buntu. Hingga Rabu (4/2) siang, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lamongan, Drs. Dianto Hariwibo, MIP, belum bisa dimintai keterangan.
Saat dihubungi melalui sambungan telepon di nomor 0813-3376-****, ponsel yang bersangkutan terpantau tidak aktif, sehingga belum ada jawaban resmi terkait solusi pengisian daya bagi para abang becak listrik tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, para penerima bantuan masih menunggu kepastian terkait infrastruktur pendukung agar bantuan teknologi ramah lingkungan ini bisa bekerja maksimal tanpa membebani ekonomi mereka.(lut)
Editor: Zainul Lutfi
Sumber: WWW.POJOK KIRI.COM DAN KORAN HARIAN PAGI POJOK KIRI

