
Situbondo,pojokkiri.com
Dosen Universitas Ibrahimy (UNIB) Abd. Rahman Saleh menyebut Ali Yafie Mugni (Ra Yafie) masih layak memimpin PKB di Situbondo. Sebab, menurut pria yang saat ini menjadi tim hukum Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo, di tangan Ra Yafie PKB di Kota Santri semakin kuat dan bisa menyatukan kekuatan kultur.
” Ra Yafi masih layak pimpin PKB Situbondo, ” katanya. Bagi kandidat lainnya, menurut Abd. Rahman Saleh lebih baik minggir.
” Kandidat lainnya harus minggir dulu, ” tegasnya.
Selain itu, dia menerangkan jika duet Rio-Ulfiyah di Pilkada kemarin adalah racikan PKB yang dikomandoi oleh Ra Yafie.
” Duet Rio-Ulfiyah adalah duet racikan PKB yang dinakhodai Ra Yafie, sehingga yang terjadi harmoni berkoalisinya PPP dan PKB. Ini harus dipertahankan oleh PKB dan sosok Ra Yafie yang bisa , yang lain masih kelihatan bermain-main dengan kemauan politik sesaat, ” terangnya.
Tak hanya itu, ia menilai figur politisi PKB Situbondo lainnya, masih belum layak secara politik menjadi orang nomor satu di DPC PKB, dan membangun kultur politik yang sejalan dengan arah kultur.
” Figur lainnya, Mahbub, Yoyok dan Johantono belum layak secara politik, ” ucapnya.
Sementara itu, Abd. Rahman Saleh yang juga sebagai Dewan Pembina LBH Mitra Santri, menuding adanya oknum anggota PKB yang tidak menginginkan kultur bersatu. Namun, kata dia permasalahan tersebut bisa diredam oleh Ra Yafie selaku pengendalinya.
Diketahui, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Situbondo telah menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) sebagai langkah reorganisasi kepengurusan, Sabtu (4/4/2026) malam.
Muscab ini bertempat di salah satu hotel di Situbondo, dengan agenda penjaringan ketua DPC PKB Situbondo yang mendapat pengawasan langsung dari perwakilan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, yakni Anggia Erma Rini, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi VI DPR RI.
Acara ini berlangsung khidmat dengan kehadiran tokoh-tokoh penting, di antaranya Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Wakil Bupati Ulfiyah, serta jajaran pengurus PAC, DPC PKB, dan anggota Fraksi PKB DPRD Situbondo.
Sejumlah pimpinan partai politik juga tampak hadir, diantaranya Ketua DPC PPP Zeiniye, Ketua DPC PDI Perjuangan Andi Handoko, Ketua DPC Partai Demokrat Janur Sastra Ananda, serta perwakilan dari DPC Gerindra.
Ketua DPC PKB Situbondo, Ali Yafie Mughni, menjelaskan bahwa agenda utama Muscab meliputi pembacaan tata tertib sesuai arahan pusat, penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), hingga pelaksanaan sidang pleno.
“Seluruh proses berjalan sesuai mekanisme yang ditentukan DPP. Kami mengikuti setiap tahapan yang ada sebagai bagian dari kepatuhan organisasi,” ujar Lora Ali Yafie.
Ia menegaskan bahwa forum Muscab tidak langsung menetapkan ketua baru. Muscab berfungsi sebagai wadah penjaringan nama-nama kandidat yang nantinya akan diserahkan ke DPP untuk proses seleksi lebih lanjut.
“Penentuan ketua sepenuhnya merupakan kewenangan DPP. Nama-nama yang muncul akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test), baik dari sisi ideologis maupun psikologis,”katanya.
Selain penjaringan ketua, Muscab ini menjadi momentum evaluasi kinerja kepengurusan periode 2021–2026 sekaligus penyusunan program kerja strategis untuk lima tahun ke depan.
Sejauh ini, terdapat empat nama kuat yang mencuat sebagai bakal calon Ketua DPC PKB Situbondo, yakni: Ali Yafie (petahana), Yoyok Mulyadi (mantan Wabup Situbondo), Mahbub Junaidi (Ketua DPRD), dan Johantono (anggota DRPD Fraksi) Situbondo.
“Keputusan akhir mengenai nakhoda baru DPC PKB Situbondo akan diputuskan DPP PKB setelah seluruh rangkaian seleksi selesai dilakukan,” terang Ali Yafie.
Ada yang menarik dalam Muscab kali ini. Mekanisme penjaringan calon Ketua DPC PKB Situbondo tampil beda dan lebih dinamis dibanding tahun-tahun sebelumnya. PKB menerapkan sistem mandat otoritatif dari DPP kepada Dewan Pengurus Wilayah (DPW) untuk membentuk “Tim Tujuh”.
“Mekanisme ini sangat berbeda dengan partai lain. Tim Tujuh yang terdiri dari jajaran pengurus DPW ini memiliki kewenangan penuh untuk melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bagi para calon,” ujar Ali Yafie.
Sementara itu, Komisi VI DPR RI sekaligus Pengurus DPP PKB, Anggia Erma Rini, menekankan pentingnya peran partai dalam menghadapi tantangan eksternal yang kian dinamis, terutama menyangkut situasi geopolitik global yang mulai berdampak langsung pada kehidupan rumah tangga masyarakat. Ia,menegaskan bahwa PKB tidak boleh menjaga jarak dengan realitas sosial. Menurutnya, seluruh kader wajib hadir secara fisik dan batin di tengah masyarakat untuk mendengarkan aspirasi serta keluhan mereka secara langsung.
“PKB harus hadir di tengah masyarakat. Kita tidak hanya bertugas memimpin, tapi yang paling utama adalah mendengar. Suara rakyat adalah kompas bagi perjuangan partai,” pungkasnya. (Ft/Inul).

