
Bangkalan, Pojok Kiri
Nobar film Sayap-sayap Patah 2 digelar oleh Polres Bangkalan, Polda Jawa Timur.
Kegiatan nonton bareng film Sayap-sayap Patah 2 ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan kewaspadaan terhadap ancaman terorisme di tengah masyarakat.
Film yang diputar mengisahkan perjuangan seorang anggota Densus 88 antiteror dalam mengungkap jaringan teroris, hingga harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan putri tercintanya yang bernama Olivia.
Kegiatan Nobar Sayap-sayap Patah 2 ini berlangsung di Tunjungan Plaza 5 Surabaya dan dihadiri oleh Kapolres Bangkalan, AKBP Hendro Sukmono, S.H., S.I.K., M.I.K. Didampingi Ketua Bhayangkari Cab. Bangkalan Ny. Putri Hendro.
Turut hadir pula Forkopimda, perwakilan tokoh masyarakat, tokoh muda, ormas, mahasiswa dan awak media sebagai sarana edukasi nasionalisme dan melawan terorisme.
Aktor Arya Saloka memerankan tokoh utama seorang polisi berpangkat AKP bernama Pandu yang bertugas sebagai anggota Densus 88 Antiteror.
Usai menyaksikan film tersebut, AKBP Hendro Sukmono, menyampaikan bahwa terdapat banyak hikmah dan pelajaran yang dapat dipetik dari film Sayap Sayap Patah 2.
Salah satu poin utama yang ditekankan adalah bahwa ancaman radikalisme masih nyata dan perlu diwaspadai oleh seluruh elemen masyarakat.
Ia mengimbau agar lingkungan sekitar terus diawasi dengan baik sehingga masyarakat tidak mudah terpapar paham radikalisme.
Dengan memahami ancaman paham ini, diharapkan masyarakat dapat berperan aktif membantu pihak kepolisian dalam mencegah penyebarannya.
Setiap perjuangan perlu pengorbanan dalam pesannya kepada keluarga anggota Polri, AKBP Hendro Sukmono, S.H., S.I.K., M.I.K. menyampaikan bahwa sebagai abdi negara, anggota Polri juga merupakan manusia biasa yang harus terus berjuang untuk keluarga tercinta.
Setiap perjuangan memerlukan pengorbanan, termasuk waktu, tenaga, dan bahkan jiwa raga untuk negara.
Ia juga mengingatkan agar keluarga besar Polri selalu siap menerima segala konsekuensi dari tugas sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat.
Pemahaman tentang risiko tugas dan penanaman rasa cinta tanah air kepada keluarga menjadi hal yang sangat penting.
“Keluarga Polri harus selalu siap menghadapi tantangan dan resiko ke depan. Memilih sebagai anggota Polri ini bukan hanya untuk keluarga, tetapi pengabdian untuk masyarakat,” tegas Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono, S.H., S.I.K., M.I.K. (nhs)

