
Mojokerto, Pojok Kiri : Pagar pembatas di Pertigaan Jalan Randu Gedhe dan Jalan Raya Empu Nala dikeluhkan segenap penguna jalan bahkan yang memprihatinkan rombongan pengantar pemakam jenazah.
Hal itu dikemukakan tokoh masyarakat Kelurahan Kedundung Masmardian selaku Ketua Aliansi Masyarakat Mojopahit Bersatu (Ammor) saat dimintai tanggapannya terkait keberadaan pagar pembatas yang menggangu masyarakat dan penguna jalan utama Empu Nala tersebut pada Kamis (13/3/2025) pagi.
” Seharusnya jika Satlantas atau Dinas Perhubungan Kota Mojokerto mau menutup pertigaan seharusnya rembuk dengan warga sekitar atau setidak dengan RT RW atau Lurah di Kedundung, Bukan main tutup sehingga jika jalan pasti muter dan justru berisiko tubrukan didepan POM bensin milik Almarhum Walikota Gani kini jadi susah warga jika kembali juga harus muter didekat RS Emma atau jalan Empu Gandring” keluh Aktivis Ormas Aliansi Masyarakat Mojopahit Bersatu (Ammor) ini.
Sementara H Hamid salah satu Pengurus Rukun Kematian Kelurahan Kedundung juga mengeluhkan jika ada warga meninggal mau dikuburkan di makan belakang balai desa juga harus memutar atau terkadang lewat jalan propinsi yang sangat padat lalu lintasnya dan cenderung mengganggu dan dikeluhkan penguna jalan lainnya.
‘” Solusinya mestinya pagar yang melintang di pertigaan Empu Nala itu harus dibuat Pintu agar bisa dibuka saat kereta jenasah lewat kemudian ditutup kembali makanya pagar itu mulai ada yang merusak sebab tidak ada yg diajak rembukan dan Lampu Bangjonya masih hidup maka harapan saya Lantas atau Dishub membuat Pintu dan kalau takut sering terjadi kecelakaan ya personilnya dipasang disana” tegas Ketua RW Kedundung Indah ini.
Sementara Kasatlantas AKP Mulyani saat dikonfirmasi media disela-sela Sertijab Walikota Mojokerto beberapa harin lalu terkesan santai, berdalih bahwa yang mengatur rambu jalan itu Dishub dan menurutnya terpaksa dipagari karena sering terjadi kecelakaan akibat orang baru mabuk dari Graha Popy dan melaju ngebut dan tidak kontrol jadinya sering terjadi kecelakaan hampir tiap hari.
“Konfirmasi apa Mas Kabiro, terkait Pagar di Pertigaan Randu Gedhe dan Jalan utama Empu Nala itu yang ngatur Dishub Kota, Gimana tidak ditutup hampir tiap hari ada orang mabuk tabrakan kita capek juga ngurusnya, yang jelas itu rambu dan pagar ranah kewenangan Dishub Kota Mojokerto meski pagarnya ada logo SatLantas Polres Mojokerto Kota” tutup Kasatlantas yang dekat dengan Wartawan ini.(Mar)

