Surabaya, Pojokkiri.com.- Anggota komisi E DPRD Jawa Timur Puguh Pamungkas mengatakan, pihaknya mendukung rencana pemerintah yang akan melakukan pembatasan akses game online di Indonesia.
“Kasus game online di Indonesia angkanya progresif dimana menurut data yang ada menunjukkan 25 juta pengguna game online. Kecanduan game online tersebut bisa berdampak akan gangguan jiwa pada tingkat remaja, ” ungkap politisi PKS ini, Rabu (12/11/2025).
Pria asal Malang ini mengungkapkan, peristiwa ledakan di SMA di Jakarta beberapa waktu lalu di mana pelakunya adalah kecanduan akan game online yang masuk dalam relung pikiran pelaku. WHO sendiri, lanjut Puguh, sudah mengategorikan dalam gangguan kesehatan jiwa.
“Artinya harus jadi bagian perlu dilakukan mitigasi secara serius.Indonesia bercita-cita lahirkan generasi emas yang unggul harus dibentengi aktifitas digitalnya seperti pembatasan game online,” jelasnya.
Namun demikian, lanjut Puguh, pembatasan tersebut tentunya harus diikuti dengan langkah prefentif oleh elemen masyarakat, misalnya mulai ortu hingga tomas (tokoh masyarakat). “Hal ini harus menjadi kesadaran bersama menjaga anak-anak hingga tidak merusak kejiwaan anak,” jelasnya.
Presiden Prabowo Subianto berencana membatasi game online yang mengandung kekerasan imbas peristiwa ledakan di SMAN 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat, 7 November 2025 lalu. Wacana itu diungkapkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo di kediaman pribadi, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu, 9 November 2025 lalu.
“Beliau menyampaikan bahwa, kita juga masih harus berpikir untuk membatasi dan mencoba bagaimana mencari jalan keluar terhadap pengaruh pengaruh dari game online,” kata Prasetyo. Wacana ini mencuat karena adanya sejumlah hal negatif dalam game daring yang dikhawatirkan memengaruhi generasi muda. (wan)

