
Surabaya Pojokkiri.com — Aroma kriminal tampaknya belum juga ditinggalkan oleh Mochamad alias Plolong (40), warga Jalan DKA Tegal Sawunggaling. Ia kembali harus merasakan dinginnya lantai penjara usai aksinya mencopet di kawasan Jalan Stasiun Wonokromo terbongkar.
Plolong, yang dikenal sebagai salah satu bagian dari sindikat copet di Surabaya, tertangkap tangan usai mencuri dompet dan HP milik seorang penumpang. Aksi nekat ini dilakukan bersama dua rekannya yang masih dalam pelarian, masing-masing berinisial H dan A.
Peristiwa ini terjadi saat korban, seorang penumpang bernama Kiki, sedang berada di dalam angkutan umum. Tanpa curiga, ia menjadi sasaran para pelaku. H dan A melakukan tugas mereka dengan cepat: dompet dan HP milik Kiki berhasil dikuasai lalu diserahkan kepada Plolong, yang langsung memasukkannya ke dalam tas miliknya.
Korban tak menyadari barang berharganya telah raib hingga sesaat sebelum Plolong dan A hendak turun dari kendaraan di sekitar Stasiun Wonokromo. Ketika menyadari dompet dan HP-nya hilang, Kiki langsung berteriak, “Copet!” dan meminta bantuan warga sekitar.
Teriakan korban memicu reaksi cepat dari masyarakat dan anggota polisi yang tengah berjaga di sekitar lokasi. Tanpa menunggu lama, Plolong berhasil diamankan saat mencoba kabur. Namun, rekannya berinisial A meloloskan diri dan kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) bersama H.
Kapolsek Wonokromo, Kompol Zahari, membenarkan penangkapan tersebut.
“M alias Plolong berhasil kami amankan. Untuk dua pelaku A dan H (DPO),” tutur Zahari, pada Minggu (13/05/2025).
Ia juga menjelaskan bahwa dari tangan tersangka diamankan barang bukti berupa dompet berisi uang tunai Rp471 ribu dan sebuah handphone Redmi warna hitam.
“Tersangka M merupakan residivis dan pernah ditahan kasus sama,” tambahnya.
Plolong bukanlah nama baru bagi jajaran kepolisian. Sebelumnya, ia telah menjalani hukuman penjara dalam kasus serupa. Kini, pria ini kembali harus berurusan dengan hukum dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Sementara itu, polisi terus memburu dua pelaku lainnya. Penyelidikan diperluas untuk membongkar jaringan copet yang diduga lebih besar dan telah meresahkan masyarakat, khususnya di sekitar terminal dan stasiun di Surabaya.
Reporter Samsul Arif.

