Pojokkiri.com

Garam Krosok Naik Kelas: Inovasi Rotary Drum Mixer Dongkrak Nilai Ekonomi Warga Pesisir

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tahun 2025

Surabaya, Pojok Kiri.Com-Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mutiara Saghara di Kabupaten Pamekasan menjadi mitra utama dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tahun 2025. BUMDes yang bergerak dalam pengembangan eduwisata garam tersebut menaungi masyarakat dengan mata pencaharian utama sebagai petani garam. Potensi lokal inilah yang menjadi dasar kolaborasi pengembangan produk turunan berbasis garam krosok guna meningkatkan nilai ekonomi desa.

Dalam rangka mendukung pengolahan garam krosok, tim KKN ITS mengimplementasikan inovasi berupa pemanfaatan garam krosok sebagai bahan baku bath bomb spa. Produk ini dipadukan dengan Rotary Drum Mixer, alat pencampur bahan yang dirancang oleh mahasiswa Departemen Teknik Perkapalan. Sementara itu, mahasiswa dari Departemen Teknik Kimia Industri berperan dalam proses formulasi produk, analisis biaya produksi, hingga perancangan kemasan.

Kegiatan ini berada di bawah koordinasi Teguh Putranto, S.T., M.T., Ph.D., selaku ketua tim Abmas ITS, yang berkolaborasi dengan dosen dan mahasiswa dari Departemen Teknik Perkapalan serta Departemen Teknik Kimia Industri. Kolaborasi lintas departemen ini menjadi fondasi penting dalam mengintegrasikan inovasi rekayasa dan inovasi produk untuk mendukung pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi garam desa.

Rangkaian program pengabdian dimulai pada Juli 2025, diawali dengan proses perancangan dan pembuatan Rotary Drum Mixer oleh mahasiswa Teknik Perkapalan. Selanjutnya, mahasiswa Teknik Kimia Industri merumuskan komposisi bath bomb spa berbahan dasar garam krosok dan menyusun standar operasional produksi untuk masyarakat. Proses uji coba dilakukan beberapa kali guna memastikan konsistensi kualitas produk.

Sebelum alat diserahkan, tim KKN ITS melaksanakan sesi sosialisasi yang diikuti pengelola BUMDes dan warga setempat. Sosialisasi tersebut mencakup pengenalan konsep pemanfaatan garam krosok, potensi pengembangan produk spa, serta peluang pemasaran di sektor eduwisata. Peserta juga diperkenalkan dengan cara kerja Rotary Drum Mixer dan penerapannya dalam produksi skala kecil maupun menengah.

Puncak kegiatan dilaksanakan pada 11 November 2025, ditandai dengan penyerahan resmi Rotary Drum Mixer kepada BUMDes Mutiara Saghara. Dalam kegiatan ini, tim KKN ITS bersama dosen pembimbing memberikan pemaparan teknis, demonstrasi penggunaan alat, serta penyerahan sampel produk bath bomb spa yang telah dikembangkan selama program berlangsung. Pengelola BUMDes juga diberi pelatihan singkat mengenai perawatan alat serta strategi pemasaran produk berbasis garam untuk menunjang eduwisata garam yang telah berjalan.

Pihak BUMDes Mutiara Saghara menyampaikan apresiasi atas kontribusi ITS dalam mengembangkan inovasi berbasis potensi lokal. Mereka berharap alat dan formulasi produk yang diberikan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, sehingga mampu mendorong peningkatan pendapatan masyarakat serta memperkaya ragam aktivitas dalam eduwisata garam.

Ketua tim Abmas ITS, Teguh Putranto, menyampaikan bahwa teknologi dan inovasi yang dihadirkan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga diharapkan menjadi langkah awal pengembangan industri berbasis garam di masa depan. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program, serta berharap masyarakat dapat melanjutkan produksi secara mandiri sekaligus menginisiasi pengembangan produk turunan lainnya.(Gat/*)