
Surabaya Pojokkiri.com — Suasana akrab dan penuh fokus tampak menyelimuti Aula SMKN 6 Surabaya saat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menerima audiensi dari Pengurus Bridge Jawa Timur.
Pertemuan yang berlangsung pada malam hari itu menjadi momentum penting bagi perluasan implementasi program Bridge Masuk Sekolah (BMS) di jenjang SMA dan SMK.
Program ini dinilai memiliki nilai edukatif yang tinggi karena melatih kemampuan berhitung, konsentrasi, serta strategi berpikir logis bagi para pelajar. Tak hanya itu, Bridge juga menjadi sarana pengembangan mental sportivitas dan karakter siswa dalam kompetisi.
Dalam dialog yang hangat, Pengurus Bridge Jawa Timur menyampaikan perkembangan program yang sudah berjalan di sejumlah sekolah, serta kebutuhan untuk memperluas pembinaan dan pendampingan.
Aries Agung Paewai mengapresiasi upaya tersebut dan menyampaikan bahwa pihaknya siap memberikan dukungan lebih besar, terutama dalam penyediaan pembina profesional serta fasilitas pendukung di sekolah-sekolah.
Menurutnya, pendidikan hari ini tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran akademis. Aktivitas yang mengasah kemampuan kognitif dan karakter seperti olahraga bridge perlu terus didorong agar siswa memiliki daya saing dan kemampuan berpikir yang lebih komprehensif.
Menutup pertemuan yang berlangsung hingga malam, Aries menegaskan komitmen Disdik Jatim dalam memastikan program BMS dapat diakses secara merata oleh seluruh sekolah di Jawa Timur.
Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan memastikan setiap sekolah yang mengikuti program ini mendapatkan pembina, pelatih, serta infrastruktur yang memadai, sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan efektif.
Dengan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan, diharapkan Bridge Masuk Sekolah menjadi wadah positif bagi siswa untuk berkembang dan mengukir prestasi, baik di tingkat regional, nasional, hingga internasional (sul).

